Monday, July 31, 2017

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 28



Episode dimulai dengan Baji yang memberitahu Dutta tentang temuannya. Dutta merasa sangat kaget dan marah. Ia berteriak apa yang dilakukan para pengawal di sini sehingga seseorang bisa masuk ke kamar calon istrinya dan mencoba membunuhnya.

Baji kemudian menyuruh para pengawal untuk mencari penyusup tersebut di rumah. Baji mengatakan pada Dutta bahwa jendela kamar Supriya tertutup dan asap beracun keluar dari AC bahkan ia harus menutup mulutnya saat masuk ke kamar Supriya tadi. Ketiga saudari mulai menampakkan wajahnya yang pucat. Roop terlihat yang paling ketakutan.

Kala segera memainkan kata-katanya agar Supriya tidak mengatakan sesuatu pada Dutta yang bisa membahayakan dirinya. Kala menangis dan mengatakan pada semua orang bahwa ialah yang menyuruh Supriya untuk menutup jendela karena musuh Dutta bisa saja datang. Kala mengingatkan tentang serangan terakhit pada Dutta. Kala terus menangis dan mengatakan bahwa ia adalah orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Supriya. Bila ia tidak meminta Sup untuk menutup jendela tentu semua itu tidak akan terjadi. Kala pun meminta maaf pada Supriya (seperti biasa Kala pandai memainkan kata-kata dengan mulutnya sehingga semua orang mempercayainya).

Dutta datang ke Kala dan mencoba menghiburnya, ia mengatakan bahwa itu bukan salahnya, ia hanya berusaha melindungi Supriya. Dutta kemudian memberitahu Baji bahwa semua jendela dan pintu telah ditutup sehingga tikus pun tidak bisa masuk, lalu bagaimana hal ini bisa terjadi. Baji mulai berpikir dan Dutta berkata “Kau benar Baji, kalau begitu ini adalah pekerjaan orang dalam”.

Ibu Dutta mengatakan bahwa itu tidak benar, semua pelayan telah lama bekerja di sini dan mereka semua dapat dipercaya. Ibu Dutta mengatakan untuk tidak berpikir seperti itu. Namun Dutta yakin bahwa orang dalam yang melakukannya.

Roop kelihatan takut dan pucat. Kala melihatnya dengan cemas karena mungkin dia bisa menimbulkan Dutta curiga. Ibu Dutta memperhatikan Roop dan menanyakan mengapa dia ketakutan. Kala segera menjawabnya bahwa Roop sedikit tidak enak badan saat ini dan menyuruh Roop untuk duduk saja.

Kala menanyakan kepada ibunya bahwa siapa yang bisa melakukan hal seperti ini. Lalu Roop mengatakan bahwa Naku ada di luar kamar Sup saat itu. Naku kaget dan orangtuanya ketakutan.

Kemudian Dutta bertanya padanya dengan curiga apa yang sedang dilakukan Naku di luar kamar Supriya. Apa ia melihat seseorang atau sesuatu yang aneh di tempat itu. Naku terlihat gugup dan mengatakan bahwa ia tidak melihat siapa pun di sana, ia ke kamar Supriya karena ingin memberikan ini (menunjukkan kepada Dutta surat cinta yang ditulis Baji). Hanya Dutta dan Baji yang melihat surat itu karena Naku menunjukkannya dengan sedikit menyembunyikannya juga. Baji memberikan tanda pada Dutta bahwa apa yang dikatakan Naku benar.

“Naku, saat ini kamu sedang ketakutan tapi nanti bila kau ingat sesuatu segera beritahu padaku,” kata Tuan Dutta. Naku mengangguk dan kemudian pergi bersembunyi di belakang ibunya. Ketiga saudari perempuan memanggil Naku dan bertanya apa dia melihat sesuatau dan apa yang ia lakukan di luar kamar Supriya. Naku mengatakan bahwa ia tidak melihat apa pun, dia ke sana karena tugas dari Dutta tapi ia tidak bisa mengatakan apa tugas tersebut. Ketiga saudari merasa marah karena Naku tidak mau mengatakannya. Kala meminta Naku bila ia mengingat sesuatu maka dia harus memberitahunya terlebih dahulu.

Berikutnya giliran orangtua Naku yang menanyakan padanya mengapa ia masuk ke rumah Dutta di malam hari. Naku hanya mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak akan melakukan kesalahan. Ibunya lalu mengatakan dengan lembut bahwa ia tahu kalau kau tidak akan pernah melakukan kesalahan apa pun, tapi kau juga tidak seharusnya memiliki perasaan yang tidak seharusnya tentang Tuan dutta. Naku mengatakan bahwa ia ke sana untuk memberi air pada Supriya (maksutnya surat cinta). Lalu saat itu dia mendengar suara dari dalam dan mengira ada yang tidak beres di dalam.


Dutta dan Baji masih membahas masalah tersebut dan ibu Dutta pun datang. Ibu Dutta mengatakan bahwa Dutta benar bahwa ini pasti pekerjaan orang dalam tapi dia takut mengatakannya tadi karena akan membuat semua orang khawatir.



n

No comments:

Post a Comment

Tata Tertib Berkomentar di Blog Ini:
-Dilarang promosi iklan
-Dilarang menyisipkan link aktif pada komentar
-Dilarang komentar yang berbau pornografi, unsur sara, dan perjudian